Pasti, dan akhirnya, acara perpisahan2 itu datang juga. Malam ini, lab. mengadakan acara “soubetsukai” sekaligus “uchiage” untuk anggota lab yang baru saja merampungkan tahapan akhir ujian. Lima setengah tahun bergabung dengan Lab. Pak Omi dan Pak Ishizaka di Arsitektur-Tohokudai, selepas 2.5 tahun bergabung dengan Lab. Pak Miyamoto di Teknik Sipil, rasanya sudah lebih dari keluarga sendiri. Suka, duka, pengalaman, dan semuanya adalah satu tahap perjalanan bagi seseorang. Kali ini selain bunga, crunch-chocolate dan roll-cake untuk keluarga, juga tentu saja pesan2 manis, menyemangati, sekaligus mengharukan dari anggota lab. yang akan menjadi catatan menarik suatu saat nanti. Minna san, osewani narimashita. Arigatou gozaimashita.
Kitto, Soubetsukai
Februari 15, 2008 oleh saniroyPapa Okonomi
Februari 11, 2008 oleh saniroyPapa Okonomi, originally uploaded by saniroy.
Namanya “Papa Okonomi”, isinya kacang, senbei kecil2, udang, dan ikan kecil2. Meibutsu atau oleh-oleh terkenal dari Furukawa, kota yang terletak 15 menit naik shinkansen di sebelah utara Sendai. Biasanya oleh orang Jepang digunakan sebagai teman minum sake atau tuak. Setelah beberapa tahun lalu diberi segepok Papa Okonomi ini oleh orang Jepang, rasanya menjadi sebuah ketergantungan. Kadang2 anak dan istri juga ikut-ikutan, meskipun tak sampai “yorokobu”
. Mencari di seluruh pelosok toko di Sendai tak ketemu, dan memang disinyalir eksklusif terbatas di Furukawa saja. Jadinya, setiap mampir ke stasiun Furukawa, kegiatan rutin adalah menyangking Papa Okonomi. Padahal perjalanan ke Furukawa ya sangat jarang. Jadinya ya lebih banyak menunggu bantaun dari Orang Jepang yang tahu akan ketergantungan ini
.
Wasurerarenai Asa
Februari 8, 2008 oleh saniroySetiap pagi, hampir 3 tahun, pemandangan seperti ini rutin selalu muncul ketika membuka korden jendela rumah di Niizaka, terutama deretan rumah, tumbuhan, dan lingkungan fisik yang mengitarinya. Hanya kondisi cuaca saja yang membedakannya; memutih di saat turun salju, agak kelabu di saat mendung atau turun hujan, dan seperti saat ini, begitu cerah meski masih masuk musim dingin. Ditambah 5 tahun sebelumnya saat membuka korden rumah sebelumnya dengan pemandangan yang lain pula, suasana pagi memang selalu menyegarkan. Segala puji dan syukur bagi Allah, Pemilik Alam Semesta. Menikmati 8 tahun pagi di Jepang adalah sebuah anugerah yang luar biasa dan menjadi sekuen perjalanan seseorang yang tak akan terlupakan. Wasurerarenai asa…
San Juan Batistuta
Februari 2, 2008 oleh saniroyFune no Naka, originally uploaded by saniroy.
Ini adalah anjungan Replika Kapal “Date no Maru” atau lebih dikenal sebagai “San Juan Batistuta”. Sebuah kapal yang dibuat 4 abad lalu atas kehendak Date Masamune, penguasa Sendai waktu itu. Kapal dikirim dengan misi diplomatik ke Mexico dan beberapa negara Eropa, termasuk menghadap Paus di Roma. Ekspedisi yang sebenarnya tak terlalu signifikan hasilnya bagi Sendai maupun Jepang secara keseluruhan ini dipimpin oleh Hasekura Tsunenaga. Replika kapal ini saat ini menjadi satu dari beberapa obyek menonjol yang menemani perjalanan Kota Ishinomaki dalam tahap “shrinking communities” nya.
Miyagi Stadium, Mottainai!
Januari 21, 2008 oleh saniroyMottainai!, originally uploaded by saniroy.
Miyagi Stadium yang dirancang oleh Abe Hitoshi ini terletak di kota kecil Rifu, sebelah timur Kota Sendai. Disainnya tak perlu diragukan lagi, dan karenanya beberapa kali masuk di majalah2 disain arsitektur internasional. Di balik itu sebenarnya, bangunan ini hanya menunggu “ajal” saja. Hanya dipakai saat Piala Dunia 2002 di Jepang-Korsel, kemudian beberapa kali setelahnya oleh klub lokal, termasuk Vegalta Sendai. Karena banyak kendala, utamanya akses ke Stadion yang sulit maka ya dibiarkan teronggok begitu saja, termasuk taman2 luas di sekitarnya. Sungguh, sebuah penghambur-hamburan keuangan daerah (Prefektur Miyagi) saja. Sebuah contoh ketakberesan perencanaan di Jepang. Jangan ditiru!
Shikkari Apiiru, Ne
Januari 16, 2008 oleh saniroyTanabata Matsuri Parade. Agustus 2007. “Tampil sungguh-sungguh ya Nak”. Begitu mungkin bisik lembut Ibu ini kepada anaknya. Atau bisa pula sebuah kekhawatiran terhadap anaknya yang memang masih kecil itu. “Kamu tak apa-apa kan Nak, daijoubu?”. Ya, matsuri atau festival di Jepang adalah tempat pesta seluruh lapisan masyarakat, tempat aktualisasi diri dan juga wahana pelestarian kebudayaan. Tua, muda, laki, perempuan, bahkan para penyandang cacat semua punya hak untuk memeriahkan dan ambil bagian di dalamnya. Bagi yang tak tampil, berbondong-bondong melihatnya pun sudah merupakan bukti kongkrit partisipatif.
Kotoba ni Dekinai
Januari 15, 2008 oleh saniroyKotoba ni Dekinai, originally uploaded by saniroy.
Hiroshima, Gembaku Dome, Nopember 2007. Saksi pedihnya penderitaan Jepang akibat Perang Dunia. Hancur, meregang nyawa. Sebuah saksi bisu pula, betapa teknologi konstruksi Jepang ampuh menahan efek terburuk “Little Boy” di daerah sekitar hypocenter. Melihatnya langsung, tak banyak kata yang mampu keluar, selain monolog batin akan hikmah di balik kesaksiannya.
Starbucks Eve
Januari 5, 2008 oleh saniroyStan Starbucks Coffee di malam2 even Hikari Peagant di Kota Sendai. December 2007. Mereka mendaftar ke panitia kota tentunya untuk ambil bagian memeriahkan acara, yang mamin dekat dengan Natal itu. Kesempatan yang ada, digunakan untuk mempromosikan produknya. Untuk mendapatkan sesloki kecil “kopi-jahe” yang memang sedap, pengunjung tertib mengantri di dinginnya malam. Kohi wa ikaga deshouka?
Mofuji Kouen
Januari 5, 2008 oleh saniroyBatu, kolam, dan pepohonan di Taman Kuil Mofuji, Hiraizumi. Nopember 2007. Membayangkan saja, pada masa Heian, taman ini digunakan untuk bersantai para kerabat penguasa zaman itu. Upacara minum teh, latihan memanah, menulis huruf indah pada musim semi atau gugur di hamparan rumput hijaunya. Amboi, betapa romantisnya. Semoga saja tahun ini Hiraizumi berhasil mewujudkan mimpinya tercatat sebagai sebuah Warisan Budaya Unesco.
Neko, Nyan
Desember 24, 2007 oleh saniroyNeko, Nyan, originally uploaded by saniroy.
Neko atau kucing di ruang pamer eksterior Museum Propinsi Miyagi. Juni 2007. Anak-anak gemas melihatnya, dan berusaha menaiki kucing raksasa ini. Selain patung ini, ada ratusan patung dan karya seni lain yang dipajang di bagian luar museum. Beberapa bagian luar museum memang bisa dinikmati tanpa perlu uang masuk. Selain sebagai sumber pengetahuan, museum bisa pula sebagai tempat rekreatif yang mendidik. Untuk Museum Prefektur Miyagi ini, beruntung kami sempat mengunjunginya sebelum Musim Panas, karena sampai tahun depan nanti museum ini akan mengalami renovasi.









